Senin, 21 Juli 2014

Selalu Ada Tawa Dalam Setiap Jumpa 1 : Ketemu Machan

Sabtu, 19 Juli 2014, Auly—sahabat karibku—mengajakku ikut ke acara bukber bareng temen-temen SD. Jujur, aku ingin sekali ikut. Sayangnya, aku memang sudah punya janji dengan Mbak Tri, untuk buka bersama.
Keesokan harinya (20/07), aku dan Auly pergi ke pasar untuk membeli buah. Rencananya, kami ingin menjenguk Machan (Novi)—salah satu anggota D’Range Ice yang juga teman SMA kami—di Eretan. Katanya, dia sakit tipes dan sedang istirahat total di rumahnya. Ckckck, aku nggak ngebayangin sih, kok bisa ya, badan bongsor gitu kena sakit? Hihi. Peace, Machan… J
Setelah sedikit bernegosiasi dengan penjual buah mengenai harga buah, kita memutuskan untuk membeli pisang dan jeruk. Btw, penjualnya pelit banget. Kita nawar harga pisang gak dikasih diskon-diskon acan. Untung aja, jeruknya bisa ditawar. Haha. Ibu-ibu banget sih, komplen masalah harga. J
Oke, buah pun sudah di tangan. Kami—aku dan Auly—kemudian langsung naik elp menuju Eretan. Cukup lama sampai mobil yang kami tumpangi bergerak, kami ngobrol-ngobrol. Ternyata eh ternyata, ibu guru TK ini (baca : Auly), belum juga nyerah buat ngajakin bukber bareng temen SD. Selain ngomongin soal K-Pop, dia juga selalu menyelingi dengan kata-kata bujukan supaya aku ikut bukber. Belakangan sih, aku tahu. Ternyata, kayaknya dia ini mau buktiin sama Apip, Elin, Asep, atau entah siapa saja teman SD yang ia temui malam sebelumnya, bahwa dia pasti bisa ngebujuk aku untuk ikut bukber.
Well, kami tiba di rumah Machan. Hampir tiga tahun nggak ketemu, rasanya agak asing liat mukanya. Agak canggung juga, sih. Berbeda denganku, Auly terlihat lebih akrab dengannya. Soalnya, dia sering nginep di kosan Machan kalo dia lagi di Bandung. FYI aja ya, Machan ini kuliah di UPI, Bandung. Dia udah tingkat akhir dan kabarnya, sakitnya ini masih ada hubungan dengan urusan skripsi. J
Jadilah, reunian yang nggak direncanakan ini terjadi. Seperti acara reuni-reuni biasanya, Machan yang saat itu kondisinya sudah membaik, mulai nyerocos tentang masa-masa kami di DN. Tentu saja bukan hanya Machan. Aku dan Auly juga ikut antusias kalau membicarakan soal masa lalu. Apalagi, soal gebetan pas SMA. Haha.
Jadi jadi, setelah lama gak ketemu, ternyata Machan gak berubah. Kami semua ingat masa-masa ngecengin gebetan. Berbeda dengan aku dan Auly, yang suka ngecengin adik kelas (soalnya kami angkatan pertama dan nggak punya kakak kelas L), si Machan ini, kecengannya guru. Anak DN angkatan 1 pasti tahu siapa guru yang di maksud. Tapi, aku nggak boleh nyebutin di sini. Takut ada yang ngambek. Hihi.
Tawa itu selalu ada di setiap cerita yang mengalir lembut dari bibir kami. Seolah ia ikut mengiringi kebahagiaan kami saat itu. Ya, berawal dari ngobrolin kecengan, guru-guru, DN, sampe-sampe topik berganti ke Running Man. Program variety show Korea yang seru abis!!! Ternyata, kita bertiga sama-sama penggemar Running Man. Auly dan Machan mengidolakan Kwang Soo. Sedangkan aku, tentu saja Kim Joong Kook yang paling kuat. J
Oke, sebenarnya, ada sesuatu yang mengganjal di hatiku tiap ketemu temen lama. Yang ngebuatku, males dateng ke acara reuni-reuni itu. Ya, seperti bulan Ramadhan tiga tahun lalu, saat temen-temen SMA mengadakan acara reuni di SMA kami—Da’I Annur. Saat itu, aku berhasil dibujuk oleh anggota D’Range Ice lainnya—Machan, Indah, Auly dan Bochil—untuk ikut acara itu. Aku setuju. Karena aku ingin sekali berkumpul dengan mereka. kalau tidak salah, kami juga berjanji untuk membeli ice cream yang akan kami makan sama-sama seperti saat kami SMA dulu. Sayangnya, rencana hanya tinggal rencana. Seperti dugaanku, acara itu tak seindah bayangan mereka.
Masalah pertama datang dari Machan yang tiba-tiba pulang. Dia bilang, ada masalah sama pacarnya (padahal sebenernya dia lagi bête sama salah satu temen—entah siapa). Selanjutnya, disusul dengan Indah dan Bochil—yang merupakan PANITIA acara tersebut—malah sibuk mondar mandir dan nyuekin kami (baca : aku dan Auly). Auly sih, masih mending. Dia kebagian tugas di dapur. Nah aku? Fiuh, bener-bener bête! Untung aja ada Icha yang nemenin aku. Jujur ya, Icha juga sibuk. Tapi, dia nggak sampe nglupain temen, kok. Malah ngajak-ngajak. Kalo kalian minta bantuan, aku juga dengan sukarela membantu. So, thank’s to Icha and buat kalian, aku udah maafin, kok. Semoga nanti, kita bisa bener-bener berkumpul ber-5 and ngabisin waktu bersama... J
Hm, sorry. Tadi cuma intermezzo doang. Intinya sih, aku seneng bisa ketemu sama Machan lagi—meski harus dalam keadaan yang kurang baik (baca : sakit). Karena keasyikan ngobrol dan ketawa-ketawa, tak terasa waktu dua jam lebih udah terlewat. Nah, si Auly ini minta pulang. Aku mengiyakannya karena matahari sudah semakin panas saat itu.
Kami berpamitan pada Machan dan keluarganya. Tak lupa, cipika-cipiki untuk terakhir kalinya. Setalah itu, kami menyeberang dan kembali menunggu elp untuk pulang ke Patrol City. Hihi. Tau nggak? Setelah di elp dalam perjalanan pulang, eh si Auly maksa lagi buat ngajak aku ikut bukber. Bahkan saat kami berpisah jalan di perempatan pun, dia sempat mengancam : “Pokoknya jam 4, ya! Kalo nggak ke rumahku, aku yang ke rumahmu!”. OMG, jadilah aku mulai luluh dan terpaksa membatalkan acaraku dengan Mbakku tersayang. Kufikir, toh nggak ada ruginya kan datang ke acara itu? *semoga.
Sekian dulu ya, postingannya. Nanti buat yang bukber, aku share di postingan berikutnya. Bye bye… J


To be continue…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar